Categories
Uncategorized

Komponen Penting Yang Harus Kamu Ketahui Dari Mesin Cetak Offset !

Komponen Penting Yang Harus Kamu Ketahui Dari Mesin Cetak Offset !

Hai para pecinta sablon, pasti kalian tidak asing dengan offset. Jika berbicara tentang offset printing pasti erat dengan mesin percetakan. Anda pasti pernah ke jasa offset printing seringkali kita melihat ada sebuah mesin besar dihadapan kita. Apakah itu? Itu adalah mesin cetak offset yang digunakan pemberi jasa offset printing untuk mencetak buku, koran, majalah, dll. Mesin Cetak Offset merupakan mesin cetak yang menggunakan master atau disebut dengan Plate dengan proses pemindahan huruf ke Blanket.  Sebab jika harganya yang cukup mahal, alat ini biasanya diperuntukan untuk usaha percetakan saja. Untuk mencetak dalam jumlah besar disarankan untuk menggunakan mesin ini, karena ongkosnya lebih murah dibandingkan jika menggunakan mesin digital printing.

Yang pertama kami bahas adalah beberapa Macam Jenis Mesin Offset Berdasarkan Bentuk dan Kemampuannya. Apa saja itu? Berikut ulasannya.

Offset Kecil merupakan Mesin Offset ini bentuknya lebih kecil dari meisn offset lainnya. Kemampuan mencetak maksimal ukuran kertasnya hanya berukuran kertas A3 (297 x 420 mm). Karena bentuknya yang kecil, dan sediit lebih besar dari mesin stensil, maka mesin ini sering juga disebut dengan mini offset atau dekstop mini offset.

Offset Sedang merupakan Mesin Offset yang satu ini bentunya lebih besar dan mampu mencetak kertas pada ukuran Double Folio.

Offset Besar merupakan Kemampuan Mesin Offset ini mampu mencetak pada kertas berukuran A1 (841 x 594 mm) dan A0 (1189 x 841). Mesin ini biasanya digunakan pada percetakan skala besar dan juga percetakan Surat Kabar atau Koran.

Selanjutnya kamiakan menjelaskan entang apa saja sih ciri-ciri dari mesin cetak offset yang sering ditemui pada jasa offset printing.

Ciri-ciri dari Mesin Offset Diantaranya

Digerakan menggunakan listrik dengan komponen mekanis;

Mencetak dengan master yang biasa disebut paper plate;

Dapat mencetak gambar atau foto dan berwarna;

Proses pencetakannya dibantu dengan zat kimia yang disebut fixer serta air dengan cara pemindahan huruf pada blanket;

Dapat mencetak pada kertas doorslag sampai dengan kertas karon berukuran A6 (105 x 108 mm) sampai ukuran A0.

Kemudian mari kita menyimak tentang komponen mesin offset. Mesin Cetak Offset terdiri dari 5 unit utama, yaitu Silinder Plat, Silinder Blanket, Silinder Impression, Silinder Tinta dan Silinder Air. Fungsi dari masing – masing unit tersebut adalah sebagai berikut :

  • Silinder Impression adalah sebuah Roll Silinder yang dapat berfungsi sebagai Tempat Peletakan Bahan Media yang akan diberi Tinta Cetak.
  • Silinder Blanket adalah sebuah Roll Silinder yang dapat berfungsi sebagai Perantara / Peralihan Tinta dari Plat Cetak menuju Media yang akan diberi Tinta Cetak.
  • Silinder Plat adalah sebuah Roll berbentuk Silinder yang juga berfungsi sebagai rumah Plat Cetak.
  • Silinder Air, adalah tempat memberikan air untuk mengisi Area Non Image (Area kosong / Tidak Terkena Tinta Cetak)
  • Silinder Tinta ini m erupakan tempat untuk memasukan Tinta Cetak.

Demikian beberapa hal yang dapat kami bagikan kepada anda tentang mesin cetak offset yang biasa kita temui di tempat jasa offset printing. Semoga a[a yang telah anda baca dapat memberikan manfaat untuk para pembaca artikel ini.

Categories
Uncategorized

Bagaimana Mendapatkan Informasi Debitur Menggunakan Sistem Ini

Sejak Januari 2018, layanan Sistem Informasi Utang (SID), atau dikenal sebagai kontrol BI, telah dikeluarkan dari Bank Indonesia (BI). BI mengubah sistem pengendalian hutang dengan SID ke Sistem Informasi Keuangan (SLIK). SLIK Online ini dioperasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan memberikan informasi tentang debitur.

Pada 2 Januari 2018, SLIK telah aktif di 37 kota. OJK sendiri menerima data dari 2.000 lembaga keuangan. Selanjutnya, data ini akan diintegrasikan dengan sistem yang ada dan dapat digunakan oleh OJK sebagai pengawas lembaga keuangan, BI dan lembaga lain yang membutuhkannya.

Karena ini baru beroperasi pada tahun 2018, kali ini kami akan memberi Anda penjelasan tentang apa itu SLIK, kelebihannya dan bagaimana Anda dapat menggunakan SLIK sebagai debitur individu.

Apa itu SLIK?

Seperti disebutkan sebelumnya, SLIK adalah sistem kontrol debitur untuk menggantikan SID. Perbedaan yang paling jelas antara SID dan SLIK adalah sejauh mana entitas pelaporan.

Pelapor untuk SID dibagi menjadi wajib dan sukarela, dengan penjelasan berikut:

Wajib

  • Bank umum
  • Bank Perkreditan Rakyat (dengan total aset minimal Rp10 miliar dalam 6 bulan)
  • Perusahaan keuangan yang berurusan dengan kartu kredit

Sukarelawan

  • Kredit Rakyat Banca dengan kegiatan yang belum memenuhi persyaratan minimum
  • Lembaga non-bank dan lembaga keuangan yang mengelola dana UE
  • Tabungan dan pinjaman koperasi

Mengenai SLIK, wartawan wajib adalah semua penyedia layanan keuangan seperti bank komersial, bank kredit pedesaan, perusahaan pembiayaan, koperasi simpan pinjam, lembaga keuangan non-bank lainnya (kecuali lembaga keuangan mikro).

Oleh karena itu, ruang lingkup data debitur yang ada akan lebih komprehensif sehingga kreditor masa depan dapat menentukan “kesehatan” keuangan debitur.

Apa manfaat SLIK bagi pemberi pinjaman dan kreditor?

Tentu saja, dengan sistem yang baru, keuntungan atau kerugian baik bagi kreditor maupun publik ingin menggunakan layanan kredit di lembaga keuangan mana pun.

Manfaat untuk kreditor:

  • Proses analisis lebih cepat karena semua data bersatu dan mudah diakses.
  • Ini meminimalkan risiko pinjaman di masa depan.
  • Kurangi ketergantungan pemberi pinjaman pada jaminan konvensional, karena tersedia informasi lengkap tentang kemampuan keuangan peminjam. Kreditor dapat mengevaluasi reputasi debitur sebagai jaminan atau jaminan.
  • Biaya operasi lebih rendah.
  • Mempromosikan transparansi kredit dalam hal manajemen kredit.


Manfaat bagi masyarakat sebagai debitur adalah:

  • Kurangi jangka waktu untuk persetujuan kredit oleh kreditor.
  • Untuk peminjam baru, terutama pemain kecil dan menengah, mereka dapat menggunakan layanan kredit yang ditawarkan oleh lembaga keuangan tergantung pada reputasi keuangan mereka.
  • Karena itu, mereka tidak perlu memberikan jaminan atau jaminan.
  • Tanpa biaya atau gratis.
  • Dorong debitor untuk mempertahankan posisi kreditnya.
Categories
Uncategorized

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!