Categories
Lain Lain

Bank Mandiri dan BNI berikan relaksasi kredit bagi UMKM

Dua bank BUMN yaitu PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) telah melakukan perubahan kebijakan dan proses pengajuan kredit untuk segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Tujuannya untuk menjaga kelangsungan usaha pelaku UMKM dalam situasi krisis akibat wabah virus Corona (Covid-19). Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rully Setiawan mengatakan pelonggaran tersebut dilakukan sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan akan berlangsung selama 6 bulan ke depan atau hingga pemerintah menetapkan kondisinya normal.

Hingga Februari 2020, penyaluran kredit UMKM segmen Bank Mandiri mencapai Rp 103 triliun, meningkat 10,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kami menyadari kondisi pelaku UMKM sedang tertekan akibat penyebaran virus Covid-19. Untuk itu, kami memberikan fleksibilitas melalui kemudahan proses persiapan kredit, baik yang baru maupun tambahan pada kredit maksimum kami, dengan menggunakan layanan perbankan elektronik.

Untuk pelaku UMKM yang membutuhkan kredit tambahan hingga 20%, tidak diperlukan jaminan tambahan. Kebijakan ini terutama diberikan kepada segmen mikro. Banca Mandiri juga mempermudah proses perpanjangan masa kredit selama 6 bulan dengan memberikan keringanan dan komisi administrasi. Lebih lanjut, Banca Mandiri juga akan mempersiapkan kemudahan proses restrukturisasi kredit sejalan dengan rencana OJK dalam merumuskan kebijakan stimulus ekonomi.

Sedangkan keringanan yang diselesaikan Bank Mandiri antara lain berupa restrukturisasi calon debitur yang membutuhkan. Proses restrukturisasi akan difasilitasi dan pembayaran pokok serta manfaat yang ditangguhkan akan diberikan. Khususnya sehubungan dengan restrukturisasi restrukturisasi tersebut, kami menunggu kebijakan stimulus ekonomi yang dikeluarkan oleh OJK. Sedangkan penyesuaian kebijakan dan proses perkreditan untuk segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Tujuannya untuk menjaga kelangsungan usaha pelaku UMKM dalam situasi krisis akibat merebaknya virus Corona (Covid-19).

Sementara itu, Direktur Bisnis UMKM BNI Tambok P Setyawati mengatakan penyesuaian kebijakan dan proses perkreditan UMKM dilakukan sebagai wujud kepedulian BNI terhadap pelaku usaha UMKM yang selalu loyal kepada BNI dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian perbankan. Total portofolio UMKM BNI pada Februari 2020 mencapai Rp 74,5 triliun atau meningkat 13,6% year-on-year. Tambok mengatakan, situasi UKM berada dalam tekanan akibat penyebaran virus COVID-19, baik terkait ketersediaan bahan baku maupun penggunaan pasar.

Bentuk easing yang diberikan BNI antara lain memberikan kesempatan restrukturisasi dini kepada debitur yang membutuhkan, memfasilitasi proses restrukturisasi, baik melalui tangguhan kewajiban, pembayaran pokok dan / atau perpanjangan jangka waktu kredit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *